UPDATE: 7 Juni 2015
Setahun berlalu sejak kejadian itu. Tidak, ini sudah lebih dari setahun.
Pada akhirnya aku hanya berharap pada sesuatu yang tidak mungkin. Entah
kenapa hati ini selalu berdoa agar Reiko kembali, walaupun pikiranku sepenuhnya
tahu hal itu hanyalah tabu...
Aku berjalan sendirian di trotoar, ditengah keramaian jalan raya. Shigeru?
Dia sudah pulang sedari tadi.
Yah, seperti yang kau lihat. Aku mengambil jalan yang bukan menuju
rumahku.
Ngomong-ngomong, salju pertama turun hari ini. Lagi-lagi aroma
kehangatan dari salju ini tercium.
Tapi, kenapa yang satu ini terasa sedikit berbeda?
Entahlah, tapi yang pasti aku merasa dibodohi. Tidak, mungkin diriku
yang bodoh. Bagaimana aku bisa percaya pada rumor murahan seperti itu?
Bagaimanapun juga, rasanya rasa sesal ini tak dapat terhindarkan.
....
Huh? Apa yang terjadi? Kenapa aku tertidur di trotoar?
Normal POV
Flashback on
Touko masih berjalan menunduk. Rasa sesalnya tak dapat hilang. Salju
pertama musim dingin ini semakin mengingatkannya pada kenangan pilu setahun
lalu.
Tiba-tiba angin berhembus secara aneh disamping Touko.
Ia tahu itu bukan angin biasa. Ini adalah aura seorang ayakashi berlevel tinggi. Ah tidak, ini
lebih seperti “dewa” nya ayakashi. Tapi,
hanya sekelebat bayangan yang bisa Touko lihat.
“Maaf, apakah anda ayakashi
berlevel tinggi?” Tanya Touko memberanikan diri. Yah, disaat-saat seperti ini sifat
“sangat penasaran” nya malah kembali.
“Ah? Iya. Seperti itulah...” Jawabnya malu-malu. “Jadi, kenapa kau
memilih berbicara padaku padahal kau hanya bisa mendengar suaraku?” Kali ini
suara perempuan lembut itu terdengar serius.
Touko menelan ludah, ayakashi
ini kuat sekali. Sampai-sampai ia tahu bahwa Touko hanya bisa mendengarnya
suaranya.
“Tidak, saya hanya ingin mengobrol sedikit dengan ayakashi. Sudah lama saya tidak melakukannya.” Jawab Touko ragu,
biasanya dewa ayakashi sedikit lebih sensitif
daripada ayakashi kelas bawah yang
biasa ia lihat.
“Hm..., begitu ya? Kalau begitu...”
Dari auranya, ayakashi itu
terasa mendekat. Dekat sekali sampai-sampai Touko merinding dibuatnya.
‘... harapanmu, terdengar keras
dan jelas!’
Kali ini suara ayakashi itu
aneh. Terdengar berbisik, tetapi tegas dan terus mengalir dalam hati Touko.
“Aduh!” Teriak Touko sambil memegang jidatnya dan secara reflex matanya
tertutup.
Sepertinya ayakashi itu
memukulnya...
Dan ketika mata Touko terbuka secara perlahan...
“A...apa?!” Kata Touko setengah berteriak. Entah kaget atau takut. “A...aku
bisa melihat ayakashi level tinggi?!”
Kali ini terlihat jelas ekspresi ketakutan dari Touko. Ia memang bisa
melihat youkai dan ayakashi walaupun hanya yang berlevel
rendah. Tetapi, dia tak pernah menginginkan untuk melihat mereka yang berlevel
tinggi. Kenapa? Dia takut. Yah, sama takutnya seperti orang biasa. Bukan hanya
itu, orang berkekuatan spiritual lemah seperti dia, bila sampai tak sengaja
melihat ayakashi berlevel tinggi maka
tubuh dan kekuatannya akan melemah. Bisa jadi, mereka akan sakit bahkan mati.
----Bersambung---
#NulisRandom2015 Day 7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar