Total Tayangan Halaman

Minggu, 09 Februari 2014

Sang Pencari bab 2

Beberapa hari berlalu, Arina hanya mendapat lima orang teman disekolah barunya ini. Akina, Ai, Lia, Fais, dan Fahri adalah kelima orang itu. Maka mereka dan Arina menjadi sahabat. Hari-hari mereka diiringi kebahagian dan kebersamaan. Sampai suatu saat, Arina penasaran dengan sesuatu yang telah melekat pada pikirannya sejak dia masuk ke sekolah ini.
            “Ehm…, teman-teman. Aku boleh nanya nggak?” Tanya Arina ragu-ragu.
            “Tentu saja boleh. Emangnya ada apa, Arina?” Kata Lia mewakili yang lain.
            “Ehm…, sebenarnya pertanyaan ini sudah lama ada di benakku. Kenapa semua anak di sekolah ini terlihat cuek terhadap anak baru? Kenapa hanya kalian saja yang mau akrab denganku? Dan kenapa yang lain menjauhi kalian?” Tanya Arina.
            “Owh, soal itu. Kamu jangan tersinggung yah? Itu karena ada rumor disini bahwa murid yang berteman dengan murid baru di kelas 8 dan 9 akan mendapatkan kesialan, makanya disini jarang sekali ada murid baru di kelas 8 dan 9. Ditambah lagi, murid baru itu pasti takkan sanggup disini. Mereka akan frustasi karena tak dapat teman dan kesialan menimpa mereka. Maka mereka cepat-cepat pindah ke sekolah lain. Tapi kami tak percaya pada rumor itu. Buktinya, dulu Akina adalah murid baru juga. Tapi kami tak pernah dapat kesialan tuh. Karen itulah pihak sekolah memutuskan untuk tetap mempertahankan Akina disini. Tapi yang lain berbeda, mereka masih percaya dengan rumor itu. Jadi, mereka menjauhi Akina dan kami.” Kata Ai menjelaskan panjang lebar.
            “Yah…, waktu itu aku sangat takut sahabat-sahabatku ini terkena kesialan. Jadi aku ingin menjauhi mereka. Tapi mereka ingin tetap dekat denganku. Mau tak mau aku harus terima. Tapi syukurlah, ternyata mereka tak terkena kesialan.” Kata Akina.
            “Eh? Akina murid baru? ‘o’ Jadi, ada rumor disini yah? Tapi kenapa sampai ada rumor seperti itu di sekolah ini?” Kata Arina.
            “Ehm…, itu karena dulu ada murid kelas 8 yang memberikan kutukan pada sekolah ini. Asal murid itu tak diketahui, dia sangat misterius. Setelah memberi kutukan, ia menghilang dari sekolah ini dan tak pernah kembali. Lalu kesialan ini mulai berlangsung.” Kata Fahri menjelaskan.
            “Sudah sudah. Daripada kita bahas topic gaje kayak gitu, mendingan kita bahas topik lain yang lebih menarik.“ Kata Ai.
            “Okee…, nah, aku punya ide nih. Lia, Ai, Fais masih ingat dengan mimpi kita yang kebetulan sama?” Kata Fahri.
            “Masih dong… ^o^” Jawab Lia, Ai, dan Fais serempak.
“Mimpi apa itu?” Tanya Arina penasaran.
“Saat itu Akina belum masuk kesini. Kami berempat bermimpi bahwa petualangan kami takkan bisa dimulai sampai datang orang keenam diantara kami.” Kata Lia.
“Apa itu artinya orang keenam adalah aku?” Kata Arina.
“Kemungkinan besar begitu. Saat Akina masuk disini, kami mendapatkan mimpi lagi bahwa petualangan kami sudah dekat. Tinggal menunggu orang keenam.” Kata Fahri.
“Eh? Kalian tak pernah bilang padaku? -_-“ Kata Akina.
“Itu karena kami tak mau melibatkanmu dalam masalah yang misterius ini, Akina! Kami menunggu orang keenam dan aku pikir sekarang lah waktu yang tepat untuk mengatakan padamu dan Arina.” Jelas Fahri.
“Gomen lah…, aku kan bercanda doang -_-“ Kata Akina.
“Iya iya, aku tahu -_-“ Kata Fahri.
“Jadi aku adalah orang keenam ._.? Kayaknya aku pernah dapat firasat yang hampir sama juga ._. Lalu petualangan apa yang akan kita jalani?” Kata Arina.
“Entahlah, aku tak tau. Tapi bukannya petualangan itu asyik?” Jawab Ai bersemangat.
“Kebiasaan nih -_-“ Kata Akina.
“Eh, aku baru sadar. Dari tadi Fais nggak ngomong kan?” Kata Arina.
“Iya juga. Walaupun dia pendiam tapi biasanya dia nggak terlalu diam seperti ini. Apa jangan-jangan…” Kata Fahri.
“Apa ._.?” Kata Fais.
“Kau suka sama Arina kan?” Kata Fahri menggoda.
“E…ehm…itu…. Ah, tak usah dipikirkan ._.” Kata Fais.
“Oh iya, kalian belum pernah ke rumahku kan? Gimana kalau besok? Rumahku dekat sini kok ^.^” Kata Arina.
“Okee deehhh.” Jawab yang lain serempak, kecuali Fais yang masih gugup.
Dan petualangan ini akan segera dimulai besok, di saat-saat yang tak pernah mereka duga…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar